Sebagai pecinta makanan dan pemakan segala alias tidak ada pantangan, maka salah satu yang bikin kangen Balikpapan tuh adalah makanannya. Hampir semua makanan ada dan enak-enak. Selain soto banjarnya yang juara, makanan seafoodnya juga gak kalah maknyus. Kangen dengan rumah makan legendaris Haur Gading yang terletak di pusat oleh-oleh dan cinderamata Balikpapan yaitu daerah kebun sayur, maka meluncurlah siang nan terik hari itu bersama seorang bestie. Langsung tertarik dengan udang bakarnya yang lumayan besar dan menggugah selera. Bergegas saya memesannya dan langsung mencari tempat duduk dekat kipas angin. Sudah mendekati jam makan siang. Sebentar lagi bakal rame dan susah cari tempat duduk yang nyaman untuk makan di sana. Benar saja, 10 menit kami duduk dan menikmati hidangan pembuka, sayur pare, berdatanganlah bapak-bapak pekerja dari berbagai instansi di Balikpapan. Alhamdulillah pesanan kami sudah diletakkan di meja dan siap untuk disantap. Yang paling saya sukai juga adalah sambel mangganya. Mari Makan ! Buat yang belum tau dan akan berkunjung ke Balikpapan, berikut menu dan tumpukan ikan yang disiapkan di RM. Haur Gading.
BERGEMBIRA DI ATAS LUKA
Taman bermain ini tidak pernah sepi Anak-anak perosotan bersahut-sahutan dalam bahasa bangsa penjajah yang tidak pernah menjajah kita Para ibu sibuk bergosip mengutuk seorang anak selebritis Para ojol dengan rokok dan batuk kering mengobrol sambil menunggu orderan Mata mereka lincah melihat sekelebat Si kupu-kupu malam yang keluar untuk mewarnai sayapnya Dua sekuriti sibuk menerima kurir kemudian memberikan paket kepada penghuni yang menanyakannya Pos sekuriti di depan taman bermain ini penuh sesak dengan berbagai makanan dan paket pesanan penghuni Anak-anak tertawa gembira dengan perosotan sederhana dan sudah terkelupas catnya Para ibu tersenyum-senyum melihat ‘meme’ anak selebritis itu Para ojol berbagi joke kotor dan terbahak-bahak bersama Dua sekuriti bergantian menyeruput kopi tanpa susu di sela-sela kesibukan menerima dan memberikan pesanan dengan senyuman ramah menyapa penghuni Aku baru saja pulang untuk mendulang jauh-jauh aku berkelana untuk menyembuhkan luka yang menganga bergembira melihat betapa uniknya kebudayaan orang di belahan dunia sana ternyata aku juga bisa bergembira di dunia sini sesederhana dengan memperhatikan taman bermain di tengah apartemen ini