Masih di hari yang sama, sehabis dari Blok M tadi tujuan berikutnya adalah Sency alias Mall Senayan City. Terus terang saya rasanya selama pindah ke Jakarta ini belum pernah ke Mall Sency. Nuansanya seperti ke Plaza Indonesia. Menurut saya yang kaum berburu asesoris lucu nan murah meriah. Jadi intinya bukan kelas saya. Terus ngapain saya ke situ ? Pertama untuk memenuhi undangan keluarga. Karena ada tante saya yang dari luar kota berkunjung, maka seperti biasa keluarga besar dari pihak ibu saya yang berada di Jabodetabek berkumpul untuk bersilaturahmi. Undangannya berkumpul di Food Court Sency, yang baru saya tau ternyata berada di lantai paling atas. Kedua, sepertinya Allah punya kehendak lain untuk saya. Saya ke Sency untuk memimpin sholat jamaah perempuan di Musholla lantai GF. Bagaimana ceritanya ? Jadi seperti yang saya sampaikan di Part 1, musholla di Mall-Mall Jakarta itu penuh banget. Padahal gak cuma satu mushollanya. Seperti di Sency ini. Menurut sepupu saya yang sering kesitu, ada musholla lagi di lantai 6 di parkiran. Nah, karena tiap waktu sholat penuh banget, jadi kami inisiatif ke Musholla 15 menit sebelum waktu sholat Magrib tiba. Alhamdulillah kami bisa berwudhu dan dapat tempat duduk dengan nyaman. Saya memilih tempat duduk yang depan ya pilar. Lebih mudah menaruh tas dan ada sutrah alami. Sambil menunggu waktu sholat yang masih ada sekitar 5-8 menitan lagi, penjaga mushollanya menginfokan bahwa di musholla perempuan ini tidak ikut berjamaah dengan para pria karena posisinya yang di depan jamaah pria. Jadi diharapkan sholat sendiri-sendiri saja atau jika mau berjamaah diantara para perempuan dipersilahkan. Tante saya yang duduk di depan dah nengok ke arah saya yang di posisi belakang. Meminta saya ke depan dan memimpin sholat berjamaah di antara keluarga saya. Mungkin karena saya guru ngaji. Kemudian saya persilahkan sepupu saya yang di Jakarta dan lebih senior dari saya untuk menjadi imam. Tapi meminta saya saja. Setelah adzan berkumandang, jadilah saya berdiri, dan karena di belakang saya sudah banyak jamaah perempuan, sekalian saja saya tawarkan. Kalau ada yang mau jamaah dengan saya silahkan. Saat itu saya posisi di baris kedua. Nah, jamaah di baris pertama langsung menawarkan agar saya maju ke depan untuk memimpin jamaah. Akhirnya jadilah saya memimpin sholat berjamaah ini dengan surah andalah Qul (Al Kafiruun dan Al Ikhlas). Disamping itu yang paling dihafal, juga karena melihat kondisi antrian jamaah yang belum sholat juga. Saya merasa ada getaran di suara saya karena baru ini setelah sekian lama, memimpin jamaah sebanyak ini dan khawatir lupa ayat. Alhamdulillah selesai juga dan langsung beranjak dengan perasaan campur aduk. Senang karena banyak yang sholat on time, bahagia karena di Mall elite nan mewah sekelas Sency ini masih ramah muslimah. Ada musholla khusus muslimahnya itu loh. Dengan kamar mandinya juga ada di area wudhu. Daaan ada petugas perempuannya yang selalu mengingatkan buat menjaga barang-barang berharga dan bisa menempati tempat yang kosong dengan sutroh. Gak semua paham loh dengan sutroh. Dan petugasnya yang saya temui ada yang penampilannya seperti laki-laki. Hampir saya kaget, ternyata pakai anting. Bener-bener, don’t judge book by it’s cover yah. Kereen buat Sency 🥰. Antrian luar, antrian di dalamnya juga sama. Ini hampir di semua Mall di Jakarta seperti ini. Masya Allah !
Liburan warlok Jakarta – Part 2
Kembali ke rutinitas pengajar online yang gak punya waktu khusus liburan layaknya pekerja kantoran atau guru sekolah offline. Senin sampai Jumat biasanya hanya berada di dalam unit ukuran 30 meter persegi, ngajar-makan-tidur-toilet-repeat. Karena banyak tanggal merah dan cuti bersama, maka sudah dipastikan teman saya yang pekerja kantoran akan ngajak saya keluar untuk jalan dan kulineran. Suatu ajakan yang syulit untuk ditolak. Maka minggu ini saya dan teman saya pergi ke Blok M lagi. Entah untuk yang keberapa kalinya. Gak pernah bosen sih ke Blok M walau rame. Karena kami tentu saja tidak akan ke tempat yang antri panjang gak masuk akal. Kami biasanya menghabiskan waktu ngafe yang gak rame dan berjalan-jalan saja untuk meluruhkan lemak yang gak habis-habis inih. Gak libur akhir tahun saja, bisa dipastikan weekend (start from Jumat) negara Blok M ini rame ngeruntel, apalagi libur akhir tahun macam saat ini ya. Warlok ditambah turis menjadi satu, tumpah ruah disini. Ya walau ada juga warlok yang gak suka ke Blok M apalagi saat rame begini. Bagi saya mah, hayuk aja, selama saya masih bisa jalan (plus jajan) banyak. Kondisi jalanan Blok M menuju MRT per 28 Desember 2025. Siang ini kami makan di cafe masakan Malaysia, dekat Pasaraya Blok M. Gak nyangka sih kalau makanan dan minumannya cukup ramah di kantong dan yang paling penting tempatnya adem dan luas. Bonusnya gak rame. Cocoklah buat kaum yang gak cukup tua (menolak tua) untuk dipanggil Ibu dan terlalu tua untuk dipanggil Kak. Setelah makan berat kami memutuskan untuk lanjut jalan kaki seputaran Blok M ini. O ya btw karena kami sama-sama IF (alias Intermitten Fasting) jadi kami makan sekitar jam 13.00 an. Sholat dzuhur di rumah masing-masing dulu. Kalau jadi warlok kita harus jeli dalam waktu sholat ya. Karena waktu di perjalanan Jakarta itu sangat tidak bisa perkirakan. Jadi amannya kami bertemu setelah sholat dzuhur dan biasanya akan sholat ashar di tempat yang dituju. Intinya mah, jangan sampai terlewat waktu sholat hanya karena terjebak macet di jalan. Balik ke waktu melemaskan kaki ini, kami melihat ada cafe buat ngopi gitu yang gak gitu rame dan unik. Uniknya, cafe ini dari luarnya seperti bar, tapi mereka menyediakan musholla. Sangat cucok dengan kami. Walau banyak para remaja yang berfoto di luarnya, dalam cafe ini lumayan sepi. Karena masih kenyang dan cuma ingin menikmati orang lalu lalang di jalan, kami cuma memesan minum dan memilih tempat duduk dekat jendela. Saya bukan penikmat kopi, tapi suka mencium wanginya. Sambil meminum milkshake coklat dengan topping es krim di atasnya, menatap pemandangan luar yang mendadak mendung, Alhamdulillah suatu nikmat yang luar biasa. Kemudian seperti di novel, turunlah hujan dengan lebatnya, orang-orang berlarian berteduh di teras supermarket atau cafe. Dan kami dengan santainya mengobrol Dan berfoto di dalam cafe dengan harga minuman standar. Hanya 30 ribu saja, dapat tempat berteduh dengan nuansa vintage. Lengkap sudah perjalanan hari ini, sambil memesan mobil online masing-masing ke next destination tanpa kehujanan. Nikmat manalagi yang kau dustakan ?
Liburan warlok Jakarta – Part 1
Apakah saya sudah termasuk warga lokal Jakarta atau bukan, entahlah. Anggap saja saya sudah warlok ya. Biar cerita ini agak seru dikitlah ! Semenjak tinggal di Jakarta, saya jarang sekali memikirkan liburan anak-anak akan kemana. Secara mereka sekarang dah sibuk dengan projectnya masing-masing dan sepertinya kita bisa kapan aja pergi berlibur atau refreshing. Jakarta gitu loh. Saya yang tinggal di wilayah Jakarta Selatan saja belum habis rasanya menjelajah tempat-tempat di Jaksel apalagi wilayah Jakarta lainnya. Dan vibes Jakarta sebagai kota tujuan liburan atau wisata yang kuat menjadikan kami seakan ya lagi liburan aja (ini perasaan saya saja mungkin ya, karena bekerja online di rumah dan saat keluar dari unit apartemen serasa liburan 😄). Karena saya suka ke Mall (dingin dan bisa menuntaskan target jalan minimal 5 ribu langkah-gak usahlah terlalu muluk-muluk, untung-untung ada langkah). Jadi liburan akhir tahun ini terkadang dihabiskan dengan mengunjungi Mall-Mall di Jakarta. Favorit saya adalah Pondok Indah Mall (PIM) dan Blok M Plaza sih sekarang. Kenapa PIM ? Karena PIM adalah Mall yang guede banget, dan ada 3 pula. Lumayanlah keliling Dari PIM 1, ke PIM 2 dan lanjut ke PIM 3. Sampai saat ini pun saya masih gak hafal jalan yang menghubungkan ketiga Mall gede itu. Tapi menyenangkan jalan-jalan di sana. Cuci mata melihat barang bagus yang gak akan dibeli karena gak mampu hehehehe, melihat berbagai macam style orang-orang dan banyaknya para suster ngurusin anak atau orangtua majikannya. Di PIM ini juga lumayan banyak mushollanya, hampir di tiap lantai ada musholla. Dan bukan di basement atau di parkiran. Dan amazingnya, mushollanya ruamee banget guys liburan ini. Saat tempo hari kesana saat sholat Magrib sampai antri melebihi antrian donat viral di Blok M. Masya Allah ! Artinya, banyak banget Muslim yang sholat. Kalau liat di luar Musholla kadang kita gak bisa mengira bahwa mbak-mbak cantik nan modis ini adalah seorang muslimah. Soalnya pakaiannya minim fabrik. Itulah, memang kita tidak bisa menilai dari penampilan seseorang. Bisa jadi dia sedang menuju dan memperbaiki dirinya dengan tahapan awal tidak meninggalkan sholat. Sebagai sesama muslimah mari kita doakan agar mbaknya istiqomah dan who knows suatu saat dia berpakaian lebih baik dari kita kan. Mall Pondok Indah ini tidak hanya menjual brand-brand mewah saja tapi brand menengah yang affordable yang sanggup saya beli juga ada. Contohnya Miniso, yang letaknya diantara lapak kuliner. Warning ya, hati-hati ke Mall akhir tahun yah. Banyak sale barang-barang lucu dan akhirnya boncos! Seperti saya gini, gak niat mau beli, eh kebeli juga 🥲. Sebagai penggemar Harry Potter tapi gak sampai jadi Potterhead sih. Melihat sale sampai 50 persen begini dan lucuuuu, gak sanggup melewatkan untuk tidak membelinya. Miniso oh Miniso. Gak sampai disitu, ada store Flying Tiger yang selalu bikin gemes dengan buku jurnal serta pernak-perniknya juga tidak bisa diabaikan. Memakai alasan untuk menulis, jadilah membeli jurnal baru inih. Bahaya banget kan liburan warlok Jakarta ini ? Ya sudah, marilah kita segera pulang sebelum kehabisan dan berakhir dengan makan mie layaknya anak kos akhir bulan.