BERGEMBIRA DI ATAS LUKA
Taman bermain ini tidak pernah sepi Anak-anak perosotan bersahut-sahutan dalam bahasa bangsa penjajah yang tidak pernah menjajah kita Para ibu sibuk bergosip mengutuk seorang anak selebritis Para ojol dengan rokok dan batuk kering mengobrol sambil menunggu orderan Mata mereka lincah melihat sekelebat Si kupu-kupu malam yang keluar untuk mewarnai sayapnya Dua sekuriti sibuk menerima kurir kemudian memberikan paket kepada penghuni yang menanyakannya Pos sekuriti di depan taman bermain ini penuh sesak dengan berbagai makanan dan paket pesanan penghuni Anak-anak tertawa gembira dengan perosotan sederhana dan sudah terkelupas catnya Para ibu tersenyum-senyum melihat ‘meme’ anak selebritis itu Para ojol berbagi joke kotor dan terbahak-bahak bersama Dua sekuriti bergantian menyeruput kopi tanpa susu di sela-sela kesibukan menerima dan memberikan pesanan dengan senyuman ramah menyapa penghuni Aku baru saja pulang untuk mendulang jauh-jauh aku berkelana untuk menyembuhkan luka yang menganga bergembira melihat betapa uniknya kebudayaan orang di belahan dunia sana ternyata aku juga bisa bergembira di dunia sini sesederhana dengan memperhatikan taman bermain di tengah apartemen ini
Kabar
Puisi oleh Hidayanti Saat kabar itu datangTak ada yang bisa menghadangMata nanarPipi tertamparBibir bergetar Seketika lemas …Tak kuasa menahan air yang mengalir deras sehingga asin kurasaKomat kamit mengucap dzikir dengan keras sehingga asing kurasa Astagfirullah…Innalillahi wa inna ilaihi rojiuunQodarullah Takdir telah turunMeski kadang tak kuat untuk diperturutkan Kabar itu datangUntuk menentukan apakah aku akan menangMenerima dan melewati dengan tenang Untuk kesekian kalinyaKabar itu datang lagiQodarullahAllah Maha BesarAllah Maha KuasaAllah Maha Penolong Allahu musta’anKusambut kabar ini ya AllahKuselami dan Kupeluk dengan jiwaku yang rapuh..Dengan niatan yang senantiasa berlabuhUntuk selalu memperbaiki dan menjadi hambaMu yang kukuh bersimpuh…