HidaWrites

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Menerbitkan buku tentang perempuan dengan judul yang ‘menyeramkan’ merupakan tantangan tersendiri. Di tengah kondisi masyarakat yang minim literasi, di tengah para penuntut ilmu yang memandang sebelah mata buku Novel macam ini, di tengah orang-orang yang menilai rendah value (harga) sebuah buku, menumbuhkan kesadaran bahwa mencapai tujuan buku ini dibuat masilah panjang.

Karena sub judulnya mengangkat tema tentang perceraian, maka buat sebagian besar orang yang tidak suka membaca atau parno duluan akan dengan mudahnya mereka men’judge‘ isi buku ini lantas abai serta acuh. Jadi ini tuh buku apa sih sebenarnya ? Ini buku novel ya, alias cerita fiktif, rekaan, khayalan tentang seorang perempuan yang mengalami masalah dalam rumah tangganya. Jadi gak usah dicari tau siapa dia, apakah ini cerita penulis sendiri atau temannya ? Sekali lagi saya katakan, ini bukan cerita seseorang, tetapi cerita rekaan yang bisa saja terjadi kepada siapa pun. Nah, karena saya seorang pendidik, maka tidaklah afdol jika saya tidak menambahkan nilai-nilai serta rambu-rambu dalam setiap episode kehidupan yang dialami tokoh perempuan di buku ini. Apalagi saya sering menerima curhatan para perempuan yang mengalami masalah dan meminta bantuan nasihat tertutama dari sisi agama. Sebagai seorang perempuan dan mengerti perasaan serta emosi yang dihadapi perempuan maka saya merasa perlu membuat buku yang isinya panduan secara bertahap jika perempuan menghadapi masalah dalam rumah tangganya. Yang tidak sedikit berakhir dengan perceraian. Bukan menyarankan perceraian. Tetapi jika rumah tangga sudah diujung tanduk dan bayang-bayang perceraian sudah dipelupuk mata, supaya perempuan tidak salah melangkah dan mengambil keputusan maka perlu kiranya perempuan menimbang banyak hal yang akan dijelaskan di bab-bab buku ini. Buku ini ibarat pedoman A sampai Z bagaimana sebaiknya perempuan mengelola perasaan dan tindakan yang akan diambilnya.

Memang benar bahwa setiap buku akan menemukan pembacanya sendiri. Karena setiap orang memiliki pengalamannya sendiri-sendiri dan secara tidak langsung akan membentuk ‘circle‘nya sendiri. Dengan menulis dan memberanikan diri untuk menerbitkan buku ini, membuat saya menemukan circle baru dan seperti layaknya alat filter.

Saya menemukan teman dan keluarga yang sesungguhnya. Yang mau ‘mengenal’ saya lebih dalam, yang mau ‘kepo’ apa sih isi buku saya ini, yang mau terima ‘mahal’nya buku saya even untuk ukuran Balikpapan yang biaya hidupnya termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Memasarkan buku yang ‘tidak biasa dan tabu’ ini dengan membuat acara bedah buku, sharing session bahkan promo di beberapa radio (dalam rangka mengedukasi para perempuan juga), tidak juga terlalu mendongkrak penjualan buku saya. Tetapi saya tetap senang dan menikmati semua proses itu. Yang paling membahagiakan adalah bertemu dengan perempuan-perempuan dengan berbagai masalahnya, berbagi tips, saling memotivasi dan menyemangati. Satu even membuat saya bersyukur bahwa anak-anak SMP dan SMA Pondok antusias mengikuti bedah buku saya, bertanya mengenai beberapa bab di buku saya dan saya bisa menjelaskan dari perspektif seorang pelajar dan mengedukasi mereka tentang persiapan-persiapan menjadi calon istri dan calon ibu.

Akhirnya buku saya, perlahan tapi pasti menemukan pembacanya. Saya menemukan audience saya. Alhamdulillah atas segala nikmat Allah yang luar biasa.

Apakah anda masih takut membaca buku Perempuan di BalikPapan, Pertolongan Pertama Pada Perceraian ?

Share the Post:

Related Posts

Pride and Prejudice

Bukan, ini bukan tentang film romantis sepanjang masa yang bikin baper dan klepek-klepek kaum wanita ituh. Bukan tentang Lizzie dan

Read More »

2 Comments

  • Hesti Sri Hapsari

    Menjadi kokoh kala badai mengguncang itu tidak mudah… Butuh akar dan sandaran yg kuat.
    Begitu juga tersenyum dan tertawa saat bencana hati melanda… Butuh jiwa yg kuat
    Berjuanglah terus dengan caramu teman…
    Perkuat pondasi agama yg telah melekat dihatimu karena dia yg akan menjaga dan akan menyemai karya”mu dimasa depan yg akan berakhir sampai kapanpun kita ga tau

    • Jazakillah khoir mbak Hesti atas support dan doanya. Semoga keberkahan dan keistiqomahan selalu menyertaimu. Ditunggu launching bukunya 🙂 Semangat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *