HidaWrites

Menuju IKN

Alhamdulillah jalan menuju IKN akhirnya terbuka juga. Semenjak menginjakkan kaki di kampung halaman Balikpapan ini, benak selalu memikirkan bagaimana cara ke IKN dan dengan siapa. Saya sudah mengenal keluarga inti saya sendiri, bahwa mereka pasti gak akan mau diajak ke IKN. Mereka tidak suka jalan jauh dan panas. Dan bagi mereka IKN tidaklah terlalu menarik. Apalagi buat ibu saya. Beliau sudah pernah ke Titik Nol dan dulunya kerja di transmigrasi, dah bosen jalan belusukan hutan belantara. Walaupun sekarang sudah disulap layaknya membuat candi, sekejap mata dah jadi, tetap saja tidak menarik perhatian ibu saya.

Bertanya dengan beberapa supir online, berapa biaya sewa kendaraan ke IKN membuat saya pesimis bisa pergi ke IKN. Biaya Pulang Perginya sama dengan tiket pesawat saya dari Jakarta ke Balikpapan. Sejenak saya lupakan saja impian saya ke sana. Tetapi jika Allah sudah berkehendak, tidak ada satupun yang bisa menghalanginya.

Di kesempatan saya mengisi acara Self Healing yang diinisiasi oleh beberapa wali murid sekolah tempat saya mengajar dulu, AISBA, saya sempat berbincang-bincang dengan mbak Lidia dan bunda Adhwa. Saya bertanya,”Sudah pada IKN kah?”. Mereka menjawab, “Belum ustadzah, kepengen sih!”. Ibarat gayung bersambut, akhirnya mereka mengajak saya untuk bareng pergi ke IKN dan menanyakan jadwal kosong saya.

Singkat cerita, setelah hampir batal berangkat, Alhamdulillah saya dijemput juga dengan mbak Lidia dan keluarga untuk pergi ke IKN bersama rombongan keluarga bunda Adhwa. Awal berangkat sekitar jam 10 pagi dengan cuaca tidak terlalu panas untuk ukuran Balikpapan, kami menuju tol di km 13. Saya berangkat cuma berbekal dompet dengan beberapa kartu. Ternyata diantara kartu yang saya bawa itu terdapat satu kartu yang berguna. Yaitu kartu e-money saya. Dipergunakan untuk masuk tol.

Tarif tol ke Samboja Rp.32.500,- dari gerbang tol Karang Joang. Jalan tol di Kalimantan ini agak berbeda dengan jalan tol di pulau Jawa. Jalan tol di sini, aspalnya tidak rata dan mulus, bergelombang, tak jarang ada lubang yang tidak terlihat dan retakan rambut di jalan aspalnya. Jadi bawa mobil pun tidak bisa selaju dan seaman di pulau Jawa. Pemandangan rimbun pohon di kanan dan kiri tol lumayan menyejukkan mata di tengah cetarnya langit Balikpapan.

Perjalanan di tol tidak terlalu lama. Setelah keluar tol kami masih harus lanjut lagi menuju IKN sekitar 1 jam an. Total perjalanan 1,5 – 2 jam dari Balikpapan. Keluar tol, pemandangan pohon sawit di kanan kiri masih memanjakan mata. Mendekati IKN, jalan mulai berdebu dan tanah banyak menutupi jalan aspal. Tanda pengerjaan proyek IKN ini belum selesai. Penginapan dan street food mulai banyak memakai nama IKN atau Nusantara.

Indomaret juga sudah ada di sana. Setidaknya saya melihat ada 2 Indomaret di daerah menuju Mentawir dan dekat dengan IKN. Jaraknya memang agak jauh. Ada 2 masjid besar yang menjadi favorit pemberhentian para musafir IKN :-). Saya lupa namanya. Jika melihat kubah masjid warna hijau dan kuning dan besar, nah itulah masjidnya. Rata-rata didominasi warna hijau dan kuning masjid dan kubahnya.

Jika menuju IKN dari arah Sepaku dan Semoy maka anda akan melihat Rumah Makan Alam IKN dan tempat oleh-oleh Alam IKN di sisi kanan jalan. Tidak jauh dari RM itu maka anda sudah akan tiba di IKN. Anda harus mengisi aplikasi untuk bisa masuk IKN atau daftar langsung di tempat. Tempat pendaftaran dan pengecekan awal lumayan jauh dari IKN. Anda harus menaruh kendaraan di tempat tersebut dan naik shuttle bus Blue Bird yang sudah disediakan untuk masuk ke wilayah IKN. Anda bisa mengitari wilayah tersebut dengan shuttle bus tadi, kemudian berhenti di tempat di mana anda ingin berfoto, kemudian antri lagi untuk naik shuttle bus berikutnya. Mirip jika anda ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) gitu.

Karena kondisi cuaca Kalimantan ini sangatlah panas membahana, cetar hingga gemetar lutut berjalan, jadi siapkanlah fisik anda untuk berjalan jauh, sunblock spf tinggi, kacamata hitam besar dan topi lebar cantik ala Syahrini juga payung golf ya 🙂

Share the Post:

Related Posts

Pride and Prejudice

Bukan, ini bukan tentang film romantis sepanjang masa yang bikin baper dan klepek-klepek kaum wanita ituh. Bukan tentang Lizzie dan

Read More »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *